Kami Berubah Bukan Untuk “MATI”

Rasanya baru kemaren nama KMSI itu berubah menjadi nama yang benar menurut kelegalitasannya. Umur himpunan ini, memang masih sangatlah muda. Belum genap 10 tahun himpunan ini berdiri dan sejuta kisah serta peristiwa telah menjadi kenangan yang membekas di hati masing-masing kami.

 KMSI adalah nama yang telah melekat pada himpunan ini selama hampir Sembilan tahun lamanya. Saya bilang hampir,karena memang belum tepat Sembilan tahun himpunan ini telah berganti nama. KMSI adalah Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi yang berada di jurusan Sistem Informasi ITS yang didirikan pada tanggal 26 juni 2002 di TC 106. Para founding father KMSI memberikan nama ini dengan sebuah landasan mengenai asas kekeluargaan. Makna keluarga sendiri adalah saling memberi tanpa menerima. Disini telah jelas tergambarkan apa yang menjadi harapan para pendiri KMSI agar seluruh Mahasiswa Sistem Informasi dapat menjadi sebuah keluarga.

Menilik sejarah yang ada, dahulu sebelum tahun 2001 fakultas teknologi informasi hanya memiliki satu jurusan  dan itu adalah jurusan teknik computer. Pada tahun 2001 terbentuk lah jurusan baru yang pada saat itu masih bernama  prodi sistem informasi yang notabene tetap berada dibawah naungan fakultas teknologi informasi ITS. Sistem informasi adalah jurusan yang “memecahkan” diri dari teknik computer, karena dengan lingkup pembelajaran yang sedikit berbeda dari teknik computer. Pada saat itu prodi Sistem Informasi hanya memiliki mahasiswa kurang lebih sebanyak 41 orang. Yang mana sebelumnya total mahasiswa prodi ini berjumlah 50 orang yang kemudian berkurang di semester berikutnya menjadi 41 orang.

Pada tahun 2001 prodi Sistem Informasi masih belum memiliki sebuah wadah atau organisasi yang dapat menaungi aktifitas mahasiswa. Wajar, karena prodi ini masih baru dan tentunya masih ada hambatan-hambatan dalam proses pencapaian penciptaan sebuah organisasi mahasiswa jurusan. Mengutip tulisan yang ada di sebuah referensi yang menjelaskan tentang makna himpunan mahasiswa jurusan yang bersumber dari Wikipedia.org adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) adalah organisasi kemahasiswaan di tingkat Jurusan di suatu perguruan tinggi/universitas /sekolah tinggi. Keberadaan Himpunan Mahasiswa Jurusan haruslah berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan media bagi anggotanya untuk mengembangkan pola pikir dan kepribadian yang berkaitan dengan disiplin ilmunya agar siap terjun ke masyarakat“. Dapat kita lihat makna penting yang ada dalam prinsip Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah Keberadaan Himpunan Mahasiswa Jurusan haruslah berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan media bagi anggotanya untuk mengembangkan pola pikir dan kepribadian yang berkaitan dengan disiplin ilmunya agar siap terjun ke masyarakat“.

Masih belum adanya sebuah wadah yang menaungi aktifitas mahasiswa jurusan sistem Informasi ini, juga tak luput dari pemikiran-pemikiran mahasiswa angkatan pertama yang sangat menginginkan adanya sebuah wadah yang dapat menaungi aktifitas mahasiswa. Atas dasar keinginan yang kuat dan melihat prinsip tentang himpunan mahasiswa jurusan , akhirnya pada tanggal 26 juni 2002 di ruang TC-106 KMSI dibentuk dengan harapan yang berlandaskan asas kekeluargaan.

Pada awal pendirian KMSI, para founding father membuat AD/ART yang mana dijadikan sebagai landasan dasar sebuah himpunan. Setelah AD/ART dibuat yang kemudian di serahkan dan disahkan oleh BEM ITS pada waktu itu, oleh KMSI dijadikan landasan dasar sebagai sebuah himpunan mahasiswa jurusan sistem informasi.

Waktu semakin berlalu seiring KMSI terus melaksanakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan di tingkat jurusan. Tak luput pula tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh KMSI dalam proses pendewasaannya. Begitu juga dengan masalah pengggunaan nama KMSI di dalam himpunan ini, yang mana mulai mendapatkan ancaman, kecaman, serta kritikan yang bertubi-tubi dari pihak rektorat. Pihak rektorat yang mulai mempertanyakan kesamarataan penggunaan nama himpunan yang ada di dalam KM-ITS, menginginkan adanya penggunaan nama yang sama terhadap semua himpunan yang ada di dalam KM-ITS. Ancaman akan adanya pembekuan seluruh kegiatan himpunan oleh pihak birokrat juga merupakan salah satu hal yang terpikirkan mengenai perubahan nama himpunan ini. Berikut adalah informasi dan kronologis yang terjadi mengenai permasalahan perubahan nama KMSI :

  1. Terhambatnya perijinan Studi Ekskursi Angkatan 2006 di tingkat PR 3 dengan permasalahan nama himpunan pada kop proposal yaitu dengan menggunakan nama “Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi” karena dinilai nama yang digunakan bukan himpunan padahal HMJ lainnya di ITS menggunakan nama “Himpunan”.
  2. Berlanjut pada kegiatan-kegiatan besar yang akan diselenggarakan KMSI kepengurusan lalu juga terhambat perijinannya di PR 3 apabila tetap menggunakan kop dengan nama “Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi”. Namun setelah kop diubah dengan nama Himpunan Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi, kegiatan langsung mendapat ijin dan proposal dapat langsung di-ACC (contohnya saja SI BOY yang saat ini sudah berjalan).
  3. Pada SUSI 2010 lalu, pihak dosen TKK dan Kajur sendiri juga menyarankan merubah nama “Keluarga” menjadi “Himpunan” agar memudahkan pergerakan dan perkembangan KMSI ke depannya.

Ketiga informasi kronologis inilah yang didapat oleh himpunan yang menyebabkan adanya isu mengenai pergantian nama himpunan. Tak lantas patah arang dan semangat himpunan ini untuk mencari banyak kebenaran dan bukti-bukti fakta yang ada. Elemen himpunan juga mencari dan mengkaji mengenai kondisi kekinian yang terjadi di dalam KM-ITS dan mengkaji kondisi kekinian birokrasi yang menaungi himpunan ini. Ada beberapa poin yang didapat dalam proses pengkajian kondisi kekinian ini :

  • Birokrasi sudah “melek” mengenai organisasi di ITS. Jadi ketika melihat ada nama organisasi yang berbeda sendiri, maka akan dilakukan penyerataan nama untuk mengantisipasi agar nantinya tidak muncul nama organisasi lainnya, semisal Paguyuban Mahasiswa xxxxxx, dsb.
  • Kepengurusan didorong untuk segera mengganti nama dahulu sebelum mempersiapkan lain-lainnya, seperti proker, dsb. Apabila tidak mengganti nama menjadi “himpunan”, maka kepengurusan juga dapat terancam tidak mendapatkan SK Kepengurusan dan akan vakum selama satu periode kepengurusan.
  • Adanya ancaman bahwa apabila masih menggunakan nama “keluarga”, maka akan mengalami kesulitan dalam pengajuan proposal kegiatan, dimulai dari tingkat dosen TKK sendiri.

Dari hasil pengkajian mengenai kondisi yang ada di dalam KM-ITS dan yang ada di birokrasi ITS. Kami mencari dan mengumpulkan fakta serta bukti yang ada dan masih ter”record” mengenai penamaan himpunan ini pada awal berdirinya. Menghubungi pihak BEM selaku wadah organisasi tertinggi yang ada di dalam institute telah kami lakukan. Dan hasil nihil kami dapat dari pihak BEM karena sangat minimnya pendokumentasian arsip pada tahun 2002 dahulu. Tetapi, dari pihak BEM pada saat kami menghubungi mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu kelancaran pencarian fakta ini apabila memang dibutuhkan bantuannya.

Gerak himpunan tak berhenti disini dalam proses pencarian kebenaran mengenai nama KMSI. Kami juga menghubungi “saudara tua” kami yang sekarang telah pindah gedung yang jaraknya lumayan jauh dari kampus Sistem Informasi saat ini. Kami menghubungi rekan-rekan di teknik computer yang juga mengetahui tentang pembentukan himpunan ini pada tahun 2002. Hasil yang sama kami dapat,terlebih hal ini juga tak jauh beda dengan rekan-rekan di BEM akan pendokumentasian arsip yang kurang tertata rapi.

Kami sempat berputus asa tentang pencarian fakta-fakta yang ada dan masih tersisa, setelah kami mengetahui bahwa organisasi tertinggi yang ada di ITS juga tidak menyimpan dengan baik arsip yang ada. Dan juga dengan sangat menyesal bahwa himpunan sebesar HMTC yang dulunya mengetahui tentang pembentukan himpunan ini juga tidak menyimpan arsip yang ada.

Kami yang berada di dalam himpunan tidak hanya menghubungi pihak internal KM-ITS. Kami juga menghubungi alumni-alumni Sistem Informasi yang mana merupakan pelaku sejarah pembentukan himpuanan ini. Banyak informasi yang kami dapatkan dari alumni mengenai pembentukan dan pemberian nama himpunan ini. Kami dari himpunan sembari mencari informasi kami juga menginformasikan adanya isu mengenai perubahan dan pergantian nama ini. Tak sedikit alumni yang mempertanyakan mengapa harus berubah dan kenapa harus berubah. Apa saja yang melandasi perubahan ini, dan mempertanyakan kepada kami apa dan bagaimana yang dapat kami lakukan untuk berubah.

Setelah 1 minggu kami “vakum”  dalam proses pencarian bukti-bukti ini, sebuah titik terang kami temukan. Hal ini juga mengacu pada apa yang disampaikan oleh salah satu alumni yang mengatakan bahwa nama himpunan ini dulunya disahkan oleh BEM dengan nama HMSI yang tertera pada surat keeputusan dan pengesahan himpunan. Sebuah fakta yang belum kami temukan kebenarannya. Tetapi, sedikit titik terang terbuka di mata kami bahwa dulunya himpunan ini mempunyai  surat pendirian himpunan. Berbekal infomasi ini, kami kembali melacak keberadaan surat keputusan ini ke rekan-rekan di BEM ITS. Namun, hasil yang sama terulang kami dapat bahwa kurang rapinya pendokumentasian arsip-arsip pada tahun 2002 dahulu membuat nihil perolehan fakta mengenai surat pengesahan himpunan ini.

Seiring dengan proses pencarian fakta yang ada di luar himpunan, tak terduga bahwa surat pendirian himpunan itu kami temukan di dalam ruang kesekretariatan. Tak ayal kami pun kemudian berpikir, “la wong yang dicari selama ini ternyata ada di dalam RK toh”. Setelah kami menemukan surat tentang pendirian himpunan ini, kami langsung kembali menemui rekan-rekan BEM dan mempertanyakan mengenai kekuatan hukum surat ini. Dan presiden BEM saudara Dalu nuzlul kirom menyatakan bahwa akan membantu mencari informasi mengenai kekuatan hukum surat ini kepada para presiden BEM sebelumnya dan terutama kepada Nugroho Fredivianus selaku presiden BEM yang bertanda tangan langsung di dalam surat keputusan ini pada tahun 2002. Setelah lama menanti informasi mengenai kekuatan hukum surat ini kepada presiden BEM ITS akhirnya dari saudara Dalu menyampaikan kepada kami di himpunan bahwa, kelegalan dan kekuatan hukum surat ini sangatlah kuat dengan mengingat bahwa pada tahun 2002 belum adanya keputusan atau surat yang lebih tinggi mengenai pengesahan nama himpunan yang ada di dalam ITS. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kekuatan hukum surat ini sangatlah kuat pada tahun 2002 yang mana pengesahan himpunan dengan nama HMSI dijelaskan di dalamnya. Berikut rincian bukti dan fakta yang kami dapatkan selama proses pencarian kebenaran nama himpunan ini :

  • Ditemukannya Surat Keputusan Nomor : 14/KEPPRES/BEM-ITS/IX/2002 tentang Pengesahan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Dengan kata lain SK PresBEM itu yang mengesahkan keberadaan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) sebagai bagian dari ormawa setara HMJ yang ada di jurusan Sistem Informasi.
  • Dengan sumber dari PresBEM ITS yang menandatangani SK pada poin pertama di atas, beliau menyatakan bahwa SK itulah yang diberikan untuk HMJ yang baru berdiri di ITS, sehingga tidak ada bukti tertulis lainnya yang lebih kuat dari SK tersebut.
  • Salah seorang alumni angkatan 2001 juga membenarkan jika dulu pendirian KMSI bernama HMSI dengan dikeluarkannya SK PresBEM ITS (yang dimaksud adalah pada poin pertama di atas).
  • Tidak ditemukannya Surat Keputusan atau hitam di atas putih penggantian nama dari HMSI (setelah disahkan pada SK pada poin pertama di atas) menjadi KMSI.
  • Ditemukannya SK Kepengurusan 2005 & 2006 dimana di dalamnya tidak ada satupun yang menyebutkan kata “KMSI” melainkan “Himpunan Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi”.
  • BEM ITS tahun ini (terutama dari departemen Dagri) menyatakan siap membantu untuk membuatkan suatu mekanisme penggantian nama apabila memang diperlukan untuk mengesahkan nama yang akan kita gunakan selanjutnya.

 Rincian dan bukti yang di temukan seperti pemaparan yang ada diatas merupakan bukti dan fakta yang ada dan hasil dari usaha selama berbulan-bulan proses pencarian bukti yang terkait. Melalui bukti-bukti yang ada kami mencoba untuk menganalisa poin-poin plus dan minus yang ada di setiap penggunaan nama himpunan. Entah itu menggunakan nama KMSI ataupun nama HMSI, kurang lebih seperti di bawah ini merupakan hasil analisa tentang poin plus dan minus tentang nama himpunan yang digunakan :

Analisa Plus Minus Nama KMSI/HMSI

PLUS (+)

MINUS (-)

KMSI Filosofi “keluarga” sudah tertanam dengan baik di anggota KMSI. Tidak adanya bukti mengenai pendirian kepengurusan dengan nama KMSI.
Banyak yang sudah kita lakukan dengan nama KMSI. Nama yang berbeda dengan ormawa lainnya di ITS menyebabkan adanya kesenjangan yang dipandang oleh birokrasi.
Segala kegiatan tidak akan disetujui oleh birokrasi, terlebih kepengurusan 2010-2011 ini dapat dimungkinkan akan vakum.

KMSI kurang terkenal dan kredibilitasnya belum cukup diakui oleh masyarakat, terutama ketika mencari sponsor kegiatan.

PLUS (+)

MINUS (-)

HMSI Memiliki bukti pendirian yang kuat (SK PresBEM ITS tahun 2002). Kemungkinan adanya banyak gesekan dari alumni.
Nama himpunan sudah seragam dengan ormawa setingkat HMJ lainnya di ITS dan lebih mencerminkan bentuk HMJ yang sebenarnya di mata publik karena menggunakan nama “himpunan” bukan “keluarga” lagi.
SK Kepengurusan + pengajuan proposal kegiatan akan mudah disetujui oleh birokrasi.

 Setelah penjelasan tentang semua poin-poin diatas mengenai alas an pergantian nama, kondisi yang sedang terjadi, fakta dan bukti yang ditemukan, dan hasil analisa mengenai penggunaan nama himpunan. Akhirnya dari kepengurusan 2010-2011 dan atas dukungan warga himpunan mahasiswa jurusan system informasi , diadakanlah SISI untuk pertama kalinya di dalam himpunan ini. Yang mana agenda dalam SISI pertama ini sangat jelas mengenai relevansi dan kelegalan mengenai nama himpunan yang ada dan perubahan yang akan terjadi. Dari SISI inilah, akhirnya nama himpunan mahasiswa jurusan system informasi yang dulunya bernama KMSI berubah menjadi HMSI dengan fakta dan bukti yang ada. Seluruh warga himpunan menyepakarti perubahan ini,dan semoga dengan adanya perubahan ini akan menghantarkan HMSI ke arah yang lebih baik dan lebih berkualitas. Kami berubah bukan untuk “MATI”, tapi kami berubah untuk HMSI yang lebih baik. Perjuangan belum usai, bahkan inilah awal dari kebangkitan kami. Kebangkitan HMSI menuju HMSI yang lebih maju.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan atau kekurangan isi mengenai yang ada di dalam konten tulisan ini, mohon untuk pengkoreksiannya. Alangkah baiknya apabila kita dapat saling memberi saran dan kritik. terimakasih🙂

 NB : tulisan ini di buat pada tanggal 18 agustus 2010

Hidup mahasiswa !!!

VIVAT SI .. !!!

VIVAT..!!!

 

Ahmad Taufiqul Hafizh 

5208100026

Tags:

5 responses to “Kami Berubah Bukan Untuk “MATI””

  1. hattabagus says :

    nice post gan

  2. Beny YV Nasution (5201 100 018) says :

    nice post, tapi Anda tidak menjelaskan bahwa KMSI mati… karena dalam AD-ART (belum baca yang terbaru, yang terakhir baca..) tidak pernah disebutkan bahwa KMSI berubah nama menjadi HMSI. itu saja yang perlu digaris bawahi. nda perlu diperpanjang, karena sudah panjang di milis KBSI sampe saya harus walk-out dari milis.

  3. hafizh says :

    mas hatta makasih mas🙂

    mas beny, kenalkan mas saya hafizh 2008 mas.terimakasih mas masukkannya, maaf kalo ada yang salah dan kurang saya cantumkan..:), kira-kira yang kurang apa mas, nanti bisa saya tambahkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: